Penggunaan safety belt atau sabuk pengaman semakin diakui sebagai bagian penting dalam kegiatan panjat pohon cengkeh. Di berbagai daerah penghasil cengkeh di Indonesia, seperti Sulawesi dan Maluku, penggunaan alat ini membantu meningkatkan keselamatan dan efisiensi pekerja dalam proses panen cengkeh. Sebagai salah satu komoditas utama yang dihasilkan dari daerah tropis ini, cengkeh membutuhkan proses panen yang dilakukan dengan memanjat pohon yang bisa mencapai ketinggian hingga 20 meter.
Keselamatan Terjamin
Dengan menggunakan safety belt, risiko jatuh dari pohon yang tinggi dapat diminimalisir. Pohon cengkeh sering kali memiliki batang yang licin, terutama setelah hujan. Sabuk pengaman yang dipasang dengan benar akan mengikat pemanjat dan memastikan mereka tetap aman meskipun menghadapi kondisi yang sulit di atas pohon. Penggunaan alat ini sangat penting, terutama karena risiko jatuh dari ketinggian dapat mengakibatkan cedera serius hingga kematian.
"Sabuk pengaman ini memberikan perlindungan maksimal bagi para pemanjat, sehingga mereka bisa fokus pada tugas mereka tanpa khawatir jatuh," kata Rofinus Gego, seorang petani cengkeh di Batajawa. "Dulu banyak pekerja yang cedera karena kehilangan keseimbangan. Sekarang, dengan adanya safety belt, risiko tersebut jauh berkurang."
Efisiensi Kerja Meningkat
Selain menjamin keselamatan, penggunaan safety belt juga membantu meningkatkan efisiensi para pemanjat. Dengan stabilitas yang diberikan oleh sabuk pengaman, pekerja bisa memetik cengkeh dengan lebih cepat dan aman. Mereka juga dapat beristirahat sejenak sambil tetap tergantung di pohon tanpa harus turun atau merasa terancam.
"Ketika menggunakan safety belt, saya tidak cepat lelah karena bisa beristirahat sejenak di atas pohon tanpa harus terus berpegangan erat. Ini membuat pekerjaan lebih mudah dan cepat selesai," ujar Bertolomeus Bhunga, seorang pemanjat cengkeh berpengalaman di Batajawa.
Meningkatkan Kesadaran Akan Keselamatan
Para petani dan pemanjat pohon cengkeh juga semakin sadar akan pentingnya penggunaan alat pelindung diri, seperti safety belt. Berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan organisasi petani, telah melakukan kampanye dan pelatihan terkait keselamatan kerja di sektor pertanian, termasuk penggunaan sabuk pengaman saat memanjat pohon cengkeh.
Penggunaan safety belt juga diharapkan dapat menjadi standar di seluruh Indonesia untuk mencegah kecelakaan kerja. Sebagai bagian dari langkah tersebut, beberapa daerah mulai mensosialisasikan pentingnya alat ini, tidak hanya bagi pemanjat pohon cengkeh, tetapi juga untuk pekerja di sektor lain yang berisiko tinggi.
Dengan demikian, safety belt bukan hanya sekadar alat pelindung, tetapi juga sarana untuk memastikan pekerja panjat pohon cengkeh dapat menjalankan tugas mereka dengan lebih aman, nyaman, dan efisien.
Yohanes Satu
30 Maret 2025 18:37:59
Kegiatan ini sangat membantu kami sebagai perangkat desa baik dari pelaporan maupun kegiatan fisik lapangan....